Sunday, October 16, 2011

ehm.. sekelumit kehidupan

Terduduk diriku di teras rumah, melayangkan pandangan jauh menatap lantunan bintang yang berirama dengan kerlap-kerlipnya. Berharap mendapat ketenangan jiwa dalam diri. Sepoi angin malam yang tenang berhasil membawaku hilang, entah melayang terbang jauh.

Terjatuh... ternyata setelah diriku terbawa angin di malam dimana pandanganku yang semakin jauh melesat ke atas awan, aku terjatuh pada masa saat aku masih kecil banget, bisa dibilang umur 3-5 tahun. Aku  kangen masa-masa itu, saat aku massih bermain dan berhasil tertawa lepas, saat aku masih disuapi saat engggan untuk ma’em, saat aku dipukuli saat aku nakal dan banyak lagi tentang hari itu.

Saat masih bayi aku tidak minum susu karena orangtuaku masih belum bisa belikan aku susu, ibuku juga tidak bisa memberi aku susu karena penyakit yang dideritanya, jadi aku hanya diolesi madu di kedua bibirku. Tp aku gag pernah protes, tetap aku nikmati saja.

Lalu saat umur 3 tahun aku pernah memakan tanah, asli tanah. Karena aku saking asyiknya mancing sama ayah. Hehehe... tawa dalam batin yang semakin malam semakin menghangatkan diriku. Ternyata itu aku yang dulu, yang masih bisa tertawa, bermain, menangis versi kanak-kanak. Ya? Itu aku yang dulu.

Lantunan ayat suci dari musholla mengembalikan aku dari masa itu, kulihat diriku. Ternyata aku sudah berumur 17 tahun, aku sudah remaja kini. Selama 17 tahun aku menginjak bumi, aku menangis, terharu, belum bisa membahagiakan orang tuaku.

Kini pikiranku melesat ke masa depan, kini aku yang remaja, mau tidak mau aku harus jadi orang dewasa, di pundakku terdapat seribu mimpi orang2 yang menyayangi aku, beban masa depan kupanggul di pundak, aku harus siap, aku bukan anak kecil lagi, dan aku harus bisa mengukir sejarahku sendiri dengan kisah yang bahagia, agar aku kelak bisa menceritakannya pada anak cucuku kelak dan membuat anak cucuku bangga memiliki kakek yang tangguh dan mengesankan.


Aku terbangun lagi dan kini jiwaku sudah sedikit tenang, aku ingat kalau besok banyak PR dan ulangan, dalam hatiku bergumam “aku kudu sekolah sing pinter, sing temen” . aku siap.. aku siap.. aku siap.. J

10 komentar:

Post a Comment