Saturday, October 22, 2011

Renungan malam ini

   
Indahnya langit malam ini. Aku bersama nenekku tiduran di depan teras beralaskan tikar dan menatap langit yang tenang, indah, penuh gemerlap bintang yang mampu menghibur diriku.


    Dimalam itu nenekku bnyak bercerita tentang dirinya di masa zaman belanda, aku mendengarkan dengan
seksama, pelan, dan penuh perhatian. Beliau bercerita betapa sulitnya hidup di waktu itu, beliau harus menjual hasil taninya di pasar yang berjarak kira-kira 20km tanpa menunggai apapun, beliau berjalan menyusuri  jalanan disaat pagi buta, beliau berjalan bersama dengan kakek, sanak saudara dan teman yang sama-sama ingin menjual hasil taninya.

Aku merinding mendengarkannya, penuh perjuangan, penuh pengorbanan dan jerih paya untuk  membahagiakan anak dan cucunya. Aku salut atas semangatnya untuk hidup. Kerasnya  kehidupan di masa itu dilaluinya tanpa mengeluh, penuh ikhlas dan optimis akan hidupnya.

Memang begitulah kehidupan di desa. Mudah sekali mendapatkan ketentraman hati. Keseharian di desa begitu nyaman, kerukunan dan kekeluargaan menjadi yang utama, saat adzan berkumandang semua orang keluar dari rumah untuk berkumpul di musholla untuk sholat, selesai itu mereka masih belajar bersama, tentang keagamaan, tua, muda semua semangat untuk belajar.

Diriku semakin terenyuh ketika malam semakin sunyi, aku kangen waktu itu dan aku kangen suasana masa itu. “Andai aku bisa merasakan hari-hari itu” gumam dalam hati.

Kulambungkan pandanganku jauh ke langit  dan terpintas dalam hatiku “ternyata ketentraman dalam hati tidak diperoleh dengan uang yang banyak, rumah yang megah, mobil yang mewah dan sebagainya, tetapi ketentraman jiwa itu dapat aku peroleh dari diri sendiri, dan dari hal yang yang kecil yang ada disekitarku”.

9 komentar:

Post a Comment