Thursday, December 22, 2011

Serangkaian do’a untukmu ibu

sumber: google

Senja telah berakhir, disambut dengan rintikan hujan yang menawan, indah seakan menjernihkan isi jiwa yang keruh. Terendus bau tanah yang meronta kering, membawa diriku terbang jauh ke alam lain. Duduk termenung diriku di teras rumah sedang menikmati kasih dan sayang yang indah dari ibu  saat diriku hidup di dunia,pecah lamunanku itu oleh sayup-sayup pujian dari berbagai musholla. Saatnya melangkahkan kakiku menuju surau yang telah mengalunkan nada syahdu.


Semua sudah melangkahkan kakinya keluar surau, entah diriku masih nyaman dan tenang dalam dudukku, semakin tenang, hanyut, dan bening dalam hatiku. Kulalui lagi lamunan senja tadi dan tak lama menitik air mata terjun melewati pipiku, terlontarkan sedikit ucapan dari bibirku. Wahai ibu......
Saat itu pula kurangkaikan doa kepada Sang Pemilik Alam Semesta yang terasa sangat dekat olehku.

“Wahai Dzat yang Sangat Indah, tiada Dzat yang paling indah kecuali engkau, tiada Dzat yang patut di sembah selain engkau, hanya Engkau yang mampu  membolak-balikkan setiap hati manusia. Ya Allah....., hari ini aku telah Engkau ingatkan akan kasih ibu, pertanda apa Ya Allah? Apakah kasihku akan ibu tidak sebanding?  Tapi hambamu tahu Ya Rabb, bahwa semua isi alam semesta ini tidak cukup diberikan untuk membalas jasa ibuku. Lantas bagaimana aku membalasnya Wahai Sang Penyanyang setiap mahkluk? Dengan apa?.

Ya Quddus, Ya Salam.... jangan Engkau turunkan kesusahan kepada ibuku sebelum Engkau turunkan padaku dahulu, jangan Engkau turunkan kesengsaraan sebelum kesengsaraan itu menemuiku dahulu, ambillah dahulu kenikmatan dan kebahagiaanku untuk Kau serahkan pada ibu, sesungguhnya dia lebih layak menerimanya.

Jika memang aku diberi umur yang barokah, dan diberikannya umur yang manfaat pada ibuku maka rhidoilah perjalanan hamba di dunia ini untuk menjadi orang yang bahagia sukses dunia wal akhirat agar dapat menyemayamkan senyuman manis nan indah pada hidup ibuku.” Amin.

Kuakhiri do’a ini dengan mengusap tetesan airmata yang meluncur bebas di pipiku. J

Selamat hari ibu kawan. Semoga ridho Allah hadir di setiap langkah kita bersama alunan kasih dari ibu tersayang.

16 komentar:

Post a Comment