Friday, November 18, 2011

Melalui masa paceklik

Bulan april adalah pertempuran bagi diriku untuk munuju gerbang masa depan, saatnya hari penentuanku selama di bangku SMA. Kurang 5 bulan lagi aku menempuhnya, dan aku tahu 5 bulan bukan waktu yang lama, jika saya melewatkan waktu yang kupunya sekarang pasti saya sudah dipastikan “ga siap” aku buat masa depanku. Inilah topik yang akan saya bagikan buat temen-temen blogger. Sekarang saya dalam masa paceklik, kenapa?


nyopot dari google
Masa paceklik ini sekarang saya jalani, pikiranku sangat kalut, terlalu banayak yang saya pikirkan. Pikiran ini datang bertubi-tubi menghantam, membuat aku jadi ga konsen dengan pelajaranku. Kadang aku iri jika melihat teman sekelasku sudah “mahir” dengan pelajaran yang dekasih oleh ibu/bapak guru, aku iri banget.., aku pngen setingkat dari dia. Tekadku sudah bulat untuk mnejadi yang terbaik aku semangat untuk meraihnya, tapi itu hanya perkataan jiwaku, jasadku tidak mendukungnya,” aku berjanji akan giat belajar di rumah meskipun aku ga ikut bimbingan belajar” gumam dalam hatiku saat merasa ketinggalan pelajaran dikelas. Tapi setelah aku berada dirumah, aku males banget. Entah rasa malas itu datang darimana? Padahal ya saya udah bertekad ingin belajar,tapi kalau dirumah bawaaannya itu mau tidur aja, istirahat. Tapi memang tak bisa dipungkiri, aku memang capek banget, sekolah berangkat pukul 06.30 dan baru pulang pukul 03.30 sore, tapi bukan menjadi alasan aku untuk mengeluh. Rasa ini belum pernah aku lalui sebelumnya, baru sekarang ini aku merasakannya.

Kalau dulu masih ada yang memberi semangat, tapi kini seseorang yang memberi semangat itu telah pergi dari hidupku, kucoba mencari sumber penyemangat yang lain, tapi masih belum memberikan sesuatu yang “waah..” bagi diriku..

Kering banget rasanya hati ini, tanpa ada tantangan, tanpa ada motivasi, tanpa ada rasa, tanpa ada gairah yang timbul memberi sorot cahaya terang.

Mungkin ada yang bisa ngasih saran untuk mengusir masa paceklik dalam diriku ini, sebenarnya aku harus bagaimana?

Terima kasih.,

36 komentar:

Post a Comment